Merevitalisasi Ritel Di Era Kecerdasan Buatan

Patuh.my.id – Kecerdasan buatan (AI) menghadirkan perubahan signifikan dalam sektor ritel, tidak hanya dalam hal yang terlihat oleh konsumen. Transformasi terbesar tampaknya terjadi pada proses pengambilan keputusan di balik layar, seperti cara produk muncul dalam hasil pencarian, pergerakan inventaris dalam rantai pasokan, hingga respons retailer terhadap perilaku pelanggan secara real-time. Dengan adanya pesaing yang semakin banyak, AI menjadi filosofi operasional yang penting bagi para retailer.

Di Macy’s, pendekatan ini dijelaskan oleh direktur senior teknik, Murali Murugan, sebagai pendekatan “AI-first.” Menurutnya, fokus utama bukanlah menambahkan kecerdasan ke sistem yang ada, melainkan merancang ulang cara keputusan diambil agar bisnis menjadi lebih cepat dan pengalaman pelanggan terasa lebih relevan. Macy’s tidak sekadar menerapkan AI pada alur kerja yang ada, melainkan mengintegrasikan kecerdasan langsung dalam sistem yang mencakup personalisasi, pencarian, perencanaan operasional, dan pengembangan perangkat lunak.

Strategi ini mencerminkan pergeseran lebih luas di industri ritel, di mana perusahaan bergerak dari proyek AI terpisah menuju sistem yang terintegrasi untuk mempercepat tindakan berdasarkan informasi yang diterima. Usaha awal berfokus pada penggunaan AI dalam rekomendasi pencarian dan keterlibatan pelanggan, yang menunjukkan dampak langsung terhadap konversi penjualan.

Momentum ini kini meluas ke sektor perdagangan berbasis percakapan melalui alat seperti Ask Macy’s, asisten belanja berbasis AI yang berperan layaknya stylist pribadi. Pelanggan dapat menyampaikan kebutuhan mereka dan menerima rekomendasi yang disesuaikan berdasarkan pilihan serta konteks sebelumnya.

Macy’s memandang AI sebagai lapisan yang memperkuat penilaian manusia, bukan pengganti. Visi jangka panjang perusahaan adalah menciptakan pengalaman berbelanja yang semakin tanpa batas, adaptif, dan personal. Murugan menekankan bahwa transformasi sejati berasal dari perbaikan berkelanjutan, mempelajari kesalahan, dan cepat beradaptasi dengan standar teknologi baru demi meningkatkan pengalaman pelanggan.